Kecintaannya Bung Hatta Terhadap Buku
Bagikan
Kecintaannya Bung Hatta Terhadap Buku
Bung Hatta dikenal sebagai salah satu tokoh di Indonesia sebagai Bapak Proklamator Indonesia. Bersama ir. Soekarno ia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang lalu.
Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia tidak mengetahui kebiasaan yang sangat diacungkan jempol, sangat jarang sekali menemukan orang seperti ini di zaman sekarang yang memiliki kecintaan terhadap Buku.
Mari kita simak fakta yang sangat menarik tentang Kecintaannya Bung Hatta Terhadap Buku.
1. Kutu Buku
Sejak di usia muda Bung Hatta merupakan sosok yang sangat gemar membaca bahkan dapat dikatakan kutu buku. Kebiasaan tersebut tetap berjalan hingga Bung Hatta beranjak dewasa.
Saat Bung Hatta muda melanjutkan pendidikan di Belanda, ia gemar sekali membeli dan membaca buku. Buku-buku yang ia kumpulkan di Belanda tersebut berjumlah total hingga 16 Peti.
Dan saat Bung Hatta muda hendak kembali ke Indonensia, Bung Hatta pun terpaksa harus mengirimkan seluruh buku yang ia miliki ke Indonenesia yaitu sebanyak 16 Peti secara terpisah.
Bung Hatta tidak hanya membaca buku saat memiliki waktu luang, tetapi ia meluangkan waktnya untuk membaca buku. Bung Hatta sangat dikenal dalam menetapkan waktu untuk membaca. Bahkan saat di pengasingan Bung Hatta memiliki waktu terjadwal untuk membaca pada pagi hari dan malam hari.
2. Penulis Buku
Selain gemar membaca, Bung Hatta juga gemar menulis buku, Bung Hatta telah menulis buku sejak usianya masih beranjak 16 tahun. semasa hidupnya, Bung Hatta telah menghasilkan lebih dari 800 karya tulis dalam bahasa Indonesia, Belanda dan juga Bahasa Inggris.
3. Memberikan Mahar Berupa Buku untuk Istrinya
Ada kisah menarik tentang Bung Hatta yakni, Mahar untuk menikahi istrinya yang bernama Rahmi Rachim adalah sebuah buku yang ia tulis sendiri. Dan buku tersebut berjudulkan “Alam Pikiran Yunani”.
Buku ini membahas tentang sejarah filsafat dan pikiran-pikiran para filsuf Yunani seperti Socrates dan Aristoteles.

