๐Ÿ  Beranda โ€บ Kurikulum โ€บ Standar Penilian Kurikulum Merdeka
Kurikulum

Standar Penilian Kurikulum Merdeka

Adi Irawan, M.Pd.Gr.
Adi Irawan, M.Pd.Gr.
๐Ÿ“… 11 Agustus 2024 โฑ 2 mnt baca ๐Ÿ’ฌ 0 komentar
Standar Penilian Kurikulum Merdeka

Standar Penilaian Pendidikan Kurikulum Merdeka

Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan karakter dan kompetensi sumber daya manusia suatu bangsa. Di Indonesia, pengembangan kurikulum pendidikan terus berlangsung untuk menyesuaikan dengan kebutuhan zaman dan tantangan global. Salah satu inisiatif terbaru dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah penerapan Kurikulum Merdeka.

Iklan

Iklan

Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberikan kebebasan kepada pendidik dan peserta didik dalam proses belajar mengajar, dengan tujuan utama untuk mengembangkan potensi setiap individu. Dalam konteks ini, Standar Penilaian Pendidikan memegang peranan krusial sebagai pedoman bagi pendidik dalam menilai hasil belajar peserta didik secara berkeadilan, objektif, dan edukatif.

Standar Penilaian Pendidikan pada Kurikulum Merdeka mengadopsi pendekatan penilaian formatif dan sumatif. Penilaian formatif dilakukan secara berkelanjutan selama proses pembelajaran berlangsung, memungkinkan pendidik untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan memfasilitasi perkembangan peserta didik. Sementara itu, penilaian sumatif dilakukan pada akhir periode pembelajaran untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan.

Salah satu aspek penting dalam Standar Penilaian Pendidikan adalah Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia. Capaian ini menjadi kerangka dasar dalam Kurikulum Merdeka, yang ditetapkan dengan SK Kepala BSKAP No. 8 Tahun 2022. Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya fokus pada kemampuan literasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir kritis-kreatif yang merupakan fondasi dari kemampuan literasi itu sendiri.

Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka menggunakan model pedagogi genre, yang memiliki empat tahapan: Penjelasan untuk membangun konteks, Pemodelan, Pembimbingan, dan Pemandirian. Model ini memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio, audiovisual) untuk berbagai tujuan dan konteks.

Tujuan dari Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia adalah untuk membentuk pribadi Pancasila yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Indonesia untuk mencetak generasi yang mandiri, kreatif, dan mampu berkontribusi pada masyarakat dan dunia yang demokratis dan berkeadilan.

Dengan Standar Penilaian Pendidikan yang jelas dan terstruktur, diharapkan pendidik dapat lebih efektif dalam menilai dan mengembangkan potensi peserta didik. Ini merupakan langkah maju dalam sistem pendidikan Indonesia yang berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan merdeka. Kurikulum Merdeka, dengan Standar Penilaian Pendidikan yang mendukungnya, menjanjikan masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah dan adaptif terhadap perubahan global.

Adi Irawan
Adi Irawan, M.Pd.Gr.
Guru Matematika ยท CEO CV HNF GRAFIS ยท Mahasiswa S2 UM Metro
Pendidik dan pengembang perangkat lunak dari Lampung Tengah. Sekretaris MGMP Matematika dan Pengurus IGI Lampung Tengah. Membangun MahaGuru untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi semua guru Indonesia.
๐Ÿ’ฌ Komentar 0
โœ๏ธ Tinggalkan Komentar
Email tidak akan ditampilkan publik. Komentar akan muncul setelah dimoderasi.
โšก
Generate Modul Ajar
Buat modul ajar Kurikulum Merdeka dalam hitungan menit.
Coba Sekarang โ†’
error: Konten dilindungi !!